Jumat, 23 Maret 2018

10 Point Penting Pembuatan Laporan P2K3

Pada kesempatan kali ini, admin akan memberikan ulasan tentang bagaimana membuat laporan P2K3 sesuai dengan Peraturan menteri Tenaga Kerja Nomor 4 Tahun 1987. Secara umum Permenaker 4 Tahun 1987 menjelaskan mengenai Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Penunjukkan Ahli Keselamatan Kerja. Agar artikel lebih terarah dan mudah dipahami, tulisan ini akan dikerucutkan hanya mengenai pembuatan Laporan P2K3.

Permenaker 4 Tahun 1987, Pasal 12 :
"Sekurang - kurangnya 3 bulan sekali pengurus wajib menyampaikan laporan tentang kegiatan P2K3 kepada Menteri melalui Kantor Departemen Tenaga Kerja Setempat"

Sebagai dasar hukum, pasal 12 mensyaratkan bahwa pelaporan aktifitas P2K3 harus dilakukan 3 bulan sekali. Berikut ini adalah 10 point penting pembuatan laporan P2K3 dan format yang dapat digunakan untuk membuat laporan P2K3. secara regulasi memang tidak ada format khusus yang ditetapkan sebagai format laporan P2K3. Namun, format yang disediakan disini merupakan format yang banyak disosialisasikan dalam pelatihan AK3 Umum.

Pembuatan Laporan P2K3

  1. Sebelum memulai mengisi laporan, harus disiapkan salinan pengesahan P2K3 terlebih dahulu dan salinan ini akan berfungsi agar laporan kita bisa diterima Dinas Tenaga Kerja 
  2. Siapkan Cover Laporan P2K3 agar lebih rapi dan terjaga estetikanya.
  3. Dibagian kepala laporan (kop), diisi dengan nama organisasi, alamat serta bagian lain yang perlu diisi. Laporan P2K3 kini ditujukan kepada kepala Dinas Tenaga Kerja yang berkedudukan di Provinsi dan memiliki kantor perwakilan hanya di beberapa Kota atau Kabupaten. Contoh untuk Industri di Kota Surabaya harus melaporkan laporannya ke Disnaker Provinsi Jawa Timur.
  4. Dibagian A (data umum organisasi), diisi dengan profil organisasi sesuai dengan data yang diminta.
  5. Dibagian B (data K3), diisi dengan jenis dan jumlah masing-masing personil baik personil K3 atau unit lain selain P2K3. Isi juga bagian fasilitas dan sertifikat terkait K3 yang organisasi miliki. Anda juga bisa menambahkan keahlian, unit K3, prasarana dan sertifikat lain jika diperlukan. Pada bagian penghitungan statistik kecelakaan kerja, Anda bisa mengisinya dengan panduan yang ada di sini
  6. Dibagian C (Kegiatan K3), diisi dengan berbagai macam program P2K3 dan program K3 yang telah dilakukan oleh organisasi. Jika dipandang tidak cukup untuk menjelaskan di form, maka sebaiknya melampirkan dalam lembaran terpisah
  7. Dibagian hambatan dan saran, isilah dengan hambatan-hambatan terkait dengan K3 yang ditemui di organisasi dan juga saran-saran baik kepada pengurus ataupun kepada Disnaker.
  8. Sahkan laporan dengan tanda tangan Ketua P2K3 dan Sekretaris P2K3.
  9. Setelah laporan diisi dan disahkan serta lampiran telah disusun, jadikanlah laporan P2K3 terjilid dengan rapih.
  10. Serahkan laporan ke Disnaker setempat dengan membawa surat pengantar laporan dari organisasi dan juga surat bukti penyerahan laporan P2K3 yang akan ditandatangani oleh penerima laporan P2K3. Surat bukti penyerahan ini yang akan menjadi dokumen mampu telusur ketika ada audit.

                Jumat, 02 Maret 2018

                10 Point yang harus diketahui dalam Safety Talk


                Bravo QHSE !

                Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas apa itu Safety Talk / Safety Morning Talk / Toolbox Meeting dan sejauh mana pentingnya penerapan Safety Talk. 

                Safety Talk merupakan pertemuan yang dilakukan antara supervisor dengan para pekerja atau karyawan secara rutin (Periodik) dengan agenda membicarakan hal - hal mengenai K3 (misalnya, tentang isu - isu terkini, regulasi - regulasi, prosedur kerja, alat pelindung diri, potensi bahaya, dll).



                ISO 45001 sebagai standart manajemen keselamatan dan kesehatan kerja telah memberikan persyaratan komunikasi, partisipasi dan konsultasi sebagai wadah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja.Safety talk merupakan program K3 berupa media komunikasi, partisipasi dan konsultasi yang wajib disusun oleh setiap perusahaan yang menerapkan sistem manajemen K3 tersebut.


                Safety Talk sangat penting dilakukan organisasi sebagai upaya untuk melindungi pekerja dari cidera dan meminimalisasi bahkan menghindari kecelakaan kerja sehingga dapat mencegah/menghindari kerugian fatal pada peralatan kerja dan pekerja itu sendiri.

                10 Poin Penting yang Harus Diketahui Tentang Safety Talk
                Agar pelaksanaan safety talk di organisasi berjalan efektif, ada baiknya setiap supervisor memahami 10 poin penting mengenai safety talk di bawah ini:

                1. Seberapa sering melakukan Safety Talk 

                Safety Talk lebih baiknya dilakukan secara berkala, dalam artian memiliki periode waktu/jadwal yang telah ditentukan.  program safety talk seperti ini akan membuat pekerja menjadi terbiasa dan menjadikan pertemuan ini sebagai bagian dari rutinitas kerja.

                2. Seberapa lama waktu melakukan Safety Talk? 

                "Keep It Short & Simple (KISS)" adalah moto yang harus dipegang. Sampaikan pesan keselamatan dengan ringkas, padat, dan jelas. Durasi pelaksanaan safety talk idealnya berlangsung antara 5-15 menit. Sebagian besar supervisor melaksanakannya dalam waktu 10 menit.

                3. Dimana lokasi yang tepat melaksanakan safety talk?
                Pilihlah tempat yang nyaman dan bebas dari gangguan. Mungkin Anda tidak ingin para pekerja sulit berkonsentrasi dan melewatkan pesan keselamatan yang Anda sampaikan karena lokasi yang bising, lokasi terlalu panas atau dingin. Jadi, pastikan di tempat yang Anda pilih, semua pekerja yang hadir dapat mengikuti pertemuan dengan efektif.

                4. Kapan waktu terbaik melaksanakan safety talk?
                Pilihlah waktu yang tidak mengganggu aktivitas kerja dan dimana pikiran serta konsentrasi pekerja masih segar dan fokus. Pagi hari sebelum memulai pekerjaan adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan safety talk.
                5. Dimana lokasi yang tepat melaksanakan safety talk?
                Pilihlah tempat yang nyaman dan bebas dari gangguan. Mungkin Anda tidak ingin para pekerja sulit berkonsentrasi dan melewatkan pesan keselamatan yang Anda sampaikan karena lokasi yang bising, lokasi terlalu panas atau dingin. Jadi, pastikan di tempat yang Anda pilih, semua pekerja yang hadir dapat mengikuti pertemuan dengan efektif.

                6. Materi atau topik keselamatan apa yang sebaiknya dibahas?

                Sebaiknya Anda memilih topik yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Dalam menentukan topik safety talk, Anda dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut ini: Potensi bahaya apa yang terkait pekerjaan yang akan dilakukan, Kecelakaan kerja atau near misses apa yang sering atau pernah terjadi terkait pekerjaan yang akan dilakukan, Pedoman kerja yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilakukan, Alat pelindung diri apa yang harus digunakan terkait pekerjaan yang akan dilakukan. Isu atau informasi terbaru mengenai K3 atau berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan topik safety talk. Misalnya, ada regulasi terbaru mengenai bekerja di ketinggian, jika hal itu berhubungan dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan, Anda bisa menjadikan topik tersebut sebagai materi safety talk.

                7. Berapa topik atau materi pembahasan yang sebaiknya disampaikan ? 

                Topik pembahasan safety talk harus spesifik. Penyajian materi yang terlalu banyak hanya akan membuat suasana pertemuan jadi membosankan. Misalnya, Anda ingin membahas mengenai bahaya di tempat kerja, mungkin Anda bisa menentukan bahaya yang lebih spesifik seperti terjatuh atau bahaya terkena jatuhan benda dari atas dan cara pengendaliannya. Disarankan jumlahnya 1 - 3 materi atau topik yang akan disampaikan. 

                8. Apakah boleh menggunakan alat bantu visual dalam penyampaian materi ? 

                Tentu saja boleh. Alat bantu visual dalam sebuah presentasi bisa menjadi sarana yang ampuh dan efektif untuk meningkatkan dampak atau pengaruh terhadap audiensi (pekerja). Penggunaan kata dan visual yang sesuai bisa menguatkan pesan yang ingin disampaikan dalam presentasi. Untuk safety talk, Anda dapat menggunakan alat bantu visual berupa gambar, grafik, video, atau peralatan pendukung yang berhubungan dengan topik safety talk

                9. Apakah supervisor harus mengajak para pekerja terlibat dalam diskusi ? 

                Ya, Anda harus mengajak para pekerja untuk lebih aktif menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan dalam safety talk. Anda bisa meminta pendapat mereka mengenai topik yang dibahas. Selalu respons setiap pertanyaan yang diajukan oleh pekerja. Ini penting, bagaimanapun keaktifan pekerja dalam safety talk dapat mencerminkan kepedulian mereka mengenai penerapan K3 di tempat kerjanya.

                10. Haruskah supervisor mendokumentasikan pelaksanaan dan kehadiran pekerja ? 

                Ya, setiap pekerja yang menghadiri pertemuan harus menandatangani formulir safety talk yang telah disediakan. Anda sebagai supervisor juga harus membuat MOM (Minutes of Meeting) dari topik yang didiskusikan, termasuk keluhan, permasalahan, dan saran dari audiensi, serta pastikan Anda menindaklanjutinya. Follow up pertanyaan yang tidak bisa dijawab saat safety talk. Pastikan safety talk terdokumentasikan dengan baik, seperti foto pelaksanaan dan absensi pekerja yang hadir. Dokumentasi pelaksanaan safety talk dapat digunakan sebagai bukti bahwa pekerja telah mendapatkan informasi keselamatan secara spesifik, juga sebagai pedoman memberikan pelatihan kepada pekerja.

                Download Template Safety Talk Form : https://goo.gl/bqt7ZH
                Donwload Materi/Topik Safety Talk (ConocoPhilips) : https://goo.gl/5A9pTr

                Selasa, 23 Januari 2018

                OKRA

                Postingan ini mungkin berbeda dari biasanya, namun saya coba pastikan kalau ini memiliki hubungan dengan tema blog ini (Info QHSE). Artikel ini sebagai informasi tentang penunjang kesehatan, apalagi untuk yang memiliki aktifitas padat.
                Ceritanya, di pertengahan januari 2018 saya ditugaskan di Jember tepatnya dipabrik edamame. Singkatnya, dipabrik edamame ini saya disuguhi makanan yang menurut saya sangat tidak familiar (belum pernah makan soalnya).

                Sayur Okra tepatnya, ada 2 jenis penyajian saat itu yang disuguhkan. Sajian pertama berupa sayuran okra yang sudah dimasak dan yang kedua dalam bentuk jus/yang sudah diblender. Secara rasa memang agak aneh ya, bisa dibilang agak anyir lah seperti halnya sayuran pada umumnya. Okra ini berlendir dan katanya orang-orang jepang sangat menyukainya.

                Dari pengalaman ini saya coba beri informasi tentang apa itu okra dan manfaatnya.
                Okra merupakan salah satu jenis tanaman berbunga abadi yang termasuk tanaman genus hibiscus dari keluarga Malvaceae (kapas-kapasan). Tanaman penghasil serat ini banyak dibudidayakan di daerah yang memiliki iklim tropis dan hangat
                Tanaman ini berasal dari benua Afrika. Saat ini okra telah banyak dikenal disejumlah negara seperti Jepang, Srilanka, Philiphina, Saudi Arabia, bahkan hingga kenegara-negara dibenua Amerika dan Eropa. Akan tetapi, di Indonesia, tanaman ini kurang begitu dikenal oleh masyarakatnya.
                Kandungan Gizi dalam okra
                Okra merupakan sejenis tanaman sayuran yang banyak mengandung serat dan glutation Selain itu dalam biji tanaman ini juga mengandung minyak hingga 40%. Dimana dalam minyak tersebut sangat kaya akan asam lemak tak jenuh seperti asam oleat dan asam linoleat.
                ItemNilai gizi% RDA
                Energi1.5%31 kcal
                Karbohidrat7.03 g5.4%
                Protein2.0 g4%
                Lemak0.1 g0.5%
                Kolesterol0 mg0%
                Serat3.2 g9%
                Folat88 µg22%
                Niacin1.000 mg6%
                Asam Pantotenat0.245 mg5%
                Pyridoxin0.215 mg16.4%
                Riboflavin0.060 mg4.5%
                Thiamin0.200 mg17%
                Vitamin A375 IU12.5%
                Vitamin C21.1 mg36%
                Vitamin E0.35 mg2.5%
                Vitamin K53 µg44%
                Sodium8 mg0.5%
                Potasium303 mg6%
                Kalsium81 mg8%
                Tembaga0.094 mg10%
                Besi0.80 mg10%
                Magnesium57 mg14%
                Mangaan0.990 mg43%
                Fosfor63 mg9%
                Selenium0.7 µg1%
                Seng0.60 mg5.5%
                Karoten-β225 µg
                Crypto-xanthinn-β0 µg
                Lutein zeaxanthin516 µ

                Manfaat Okra :
                1. Membantu menurunkan berat badan
                Okra (bamia) adalah salah satu jenis sayuran yang sangat rendah kalori. Dalam setiap 100 gram okra hanya mengandung 30 kalori. Selain itu, tanaman ini juga tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol. Meskipun demikian, okra merupakan sumber makanan yang kaya serat, mineral, dan vitamin. Okra sering direkomendasikan oleh ahli gizi sebagai sumber makanan untuk membantu mengontrol kolesterol dan program penurunan berat badan.
                2. Dapat membantu mencegah sembelit
                Okra merupakan jenis polong yang kaya akan zat lendir. Hal ini berguna untuk membantu dalam peristaltik kelancaran makanan yang dicerna melalui usus sehingga dapat membantu meredakan atau mencegah kondisi sembelit.
                3. Membantu melindungi paru-paru
                Okra merupakan tanaman sayur yang banyak menngandung nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Salah satunya adalah manfaat senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan seperti beta-karoten, xanthin dan lutein yang dapat membantu melindungi paru-paru.
                4. Menjaga kesehatan mata dan kulit
                Tanaman okra dipercaya banyak memiliki kandungan manfaat vitamin A yang sangat baik untuk membantu menjaga kesehatan mata. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan untuk menjaga selaput lendir yang berkontribusi dalam menjaga kulit agar tetap sehat.
                5. Mencegah kanker rongga mulut
                Antioksidan yang terkandung dalam okra atau bamia merupakan salah satu senyawa yang dapat membantu mencegah kanker rongga mulut.
                6. Resiko catat pada janin
                Tanaman okra segar merupakan penghasil atau sumber folat yang baik. Dari 100 gram okra segar terdapat kandungan sekitar 22% RDA. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan folat terutama bagi wanita hamil, dapat membantu menurunkan resiko cacat pada tabung saraf janin dalam kandungan.
                7. Membantu menjaga sistem kekebalan tubuh
                Mengkonsumsi okra dapat membantu tubuh untuk mengembangkan sistem kekebalan terhadap infeksi, mengurangi batuk dan melindungi tubuh dari radikal bebas yang berbahaya berbahaya. Hal ini dikarenakan dalam sebuah okra terdapat 36% kandungan manfaat vitamin C dari rekomendasi harian untuk tubuh.
                Selain itu, manfaat zat besi dalam okra juga dapat membantu mengatur molekul hemoglobin. Sel-sel darah merah bertanggung jawab dalam pendistribusian oksigen dari paru-paru ke ke seluruh tubuh. Zat besi juga berperan dalam proses metabolisme energi, termasuk sintesis DNA oleh beberapa enzim, serta dalam sistem kekebalan tubuh.
                8. Memperkuat tulang dan gigi
                Selain beberapa jenis kandungan nutrisi di atas, dalam okra segar juga banyak mengandung vitamin K  yang merupakan co-faktor untuk enzim pembekuan darah dan diperlukan untuk memperkuat tulang. Selain itu, okra juga sebagai penghasil manfaat kalsium yang baik bagi kesehatan tulang dan gigi.
                9. Menjaga keseimbangan tubuh
                Okra juga kaya akan manfaat vitamin B kompleks seperti niacin, vitamin B-6 (pyridoxine), thiamin dan asam pantotenat. Seperti kita ketahui bahwa vitamin B kompleks sangat diperlukan hampir dalam semua fungsi tubuh manusia.
                Kinerja vitamin B kompleks saling berkaitan erat satu sama lain. Kekurangan salah satu dari jenis vitamin B kompleks bisa mengakibatkan ketidakseimbangan dalam tubuh seperti kekurangan energi, sistem saraf yang kurang sehat, pencernakan yang buruk, serta kadar kolesterol yang tidak sehat. Untuk itu, pastikanlah untuk mencukupkan vitamin B komplek dalam setiap diet.
                10. Membantu metabolisme energi
                Kandungan mangaan dan magnesium yang berperan sebagai co-faktor berbagai jenis enzim dalam tubuh. Magensium bertindak sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi biologi di dalam tubuh, sedang mangaan berfungsi dalam sintesis ureum, pembentukan jaringan ikat dan tulang, serta mencegah peroksidasi lemak oleh radikal bebas. Kedua senyawa ini sangat penting dalam proses pengontrolan metabolisme energi dalam tubuh.
                11. Menurunkan kolesterol
                Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology menemukan bahwa ekstrak okra dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
                12. Membantu proses pencernaan
                Okra merupakan sumber serat yang baik yang dapat membantu meringankan pencernaan, meningkatkan kadar gula darah.
                13. mengurangi resiko penyakit jantung
                Kandungan serat dan manfaat antioksidan seperti katekin, epicatehin, procyanidin, quercetin, dan rutin pada ora dipercaya mampu menurunkan resiko penyakit jantung.
                Sumber : 
                https://www.google.co.id/amp/s/manfaat.co.id/14-manfaat-okra-untuk-kesehatan/amp










                Senin, 06 November 2017

                Resiko dan Peluang Pada ISO 9001:2015


                Banyak orang yang bertanya kenapa Standart ISO 9001 itu direvisi dan apa saja hal-hal baru yang muncul di revisi terbaru.
                Sekedar informasi bahwa ISO 9001 telah direvisi sebanyak 4 kali (Revisi terakhir 2015) mulai dari ISO 9001 pertama kali terbit di tahun 1987.
                Gambar 1. Histori Revisi ISO 9001 

                Pada setiap tahun revisi titik pasti terdapat perubahan pada titik fokus implementasinya dan hal ini disebabkan karena beberapa faktor, antara lain :
                1. Trend terbaru
                2. Kompatibilitas dengan Sistem Manajemen yang lain
                3. Up-to-date dengan dinamika bisnis dunia

                Dari beberapa faktor diatas, kalau akan kita tuliskan dalam artikel ini mungkin akan terlalu lebar, panjang dan luas sehingga akan tidak tepat pada sasaran. Oleh karena itu, materi ini akan dikerucutkan pada faktor Trend terkini.
                Trend yang sedang berkembang saat ini adalah permasalahan safety dan hampir di seluruh dunia sangat berfokus pada safety, baik itu pada aktfitas kerja, makanan, informasi dsb.
                Pengendalian safety dimulai dengan identifikasi bahaya yang mencakup resiko-resiko yang mungkin akan terjadi sehinggan berdampak buruk. Hal ini menjadi pertimbangan dalam implementasi sistem manajemen mutu, secara logika mungkin sebaiknya kita mampu menghindari trouble sebelum terkena trouble atau sebisa mungkin kita menghindari kerugian sebelum mengalami kerugian. Pertimbangan semacam itu yang kemudian memunculkan suatu gagasan untuk mengatasi resiko dan memperoleh peluang untuk efektifitas sistem manajemen mutu.
                Coba kita lihat di ISO 9001:2008, persyaratan yang ada didalamnya terdapat tindakan korektif dan preventif sehingga organisasi akan menunggu terjadinya problem kemudian menyelesaikannya dan menetapkan tindakan pencegahan. Biaya untuk menetapkan tindakan pencegahan juga tidak sedikit apabila ditambah lagi setelah adanya tindakan korektif yang belum lagi problem itu akan melebar dan hal ini sangat tidak relevan terhadap dinamika bisnis. Dengan adanya persyaratan terkait tindakan untuk mengatasi resiko dan peluang, organisasi diharapkan mampu untuk meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian baik proses atau produk/jasa yang mengakibatkan kerugian. 

                Apa itu Resiko ?
                Resiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.

                Apa itu Manajemen Resiko ?
                Manajemen Resiko adalah Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. (Wikipedia).

                Standart ISO 9001 versi 2015 telah mensyaratkan setiap organisasi yang mengimplementasikannya untuk menetapkan resiko dan peluang terhadap hal - hal yang berpengaruh pada proses bisnisnya.

                Proses Menetapkan Tindakan Untuk Mengatasi Resiko dan Peluang
                ISO 9001:2015 secara eksplisit memang tindak menjelaskan secara terperinci mengenai metode ataupun tahap-tahap dalam menetapkan tindakan untuk mengatasi Resiko dan Peluang. Perlu kita ketahui bahwa metode untuk mengatasi resiko dan peluang atau dalam artian Manajemen Resiko sangat banyak dan beragam.
                para ahli telah menetapkan beberapa metode yang mampu menidentifikasi resiko hingga menetapkan pengendalian atau mitigasinya secara kuantitatif dan terukur.
                Berikut contoh beberapan metode :

                • Metode dasar manajemen risiko (flowcharts, check sheets, dll.)
                • Failure Mode Effects Analysis (FMEA)
                • Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA)
                • Fault Tree Analysis (FTA)
                • Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)
                • Hazard Operability Analysis (HAZOP)
                • Preliminary Hazard Analysis (PHA)
                • Penyaringan dan pemberian skala (pemeringkatan) risiko
                • Perangkat statistik pendukung

                dari contoh metode-metode yang telah dikembangkan para ahli seperti diatas, secara umum rule model yang diterapkan untuk mengidentifikasi resiko adalah sebagai berikut :

                Gambar 2. Model Identifikasi Resiko (ISO 31000:2009)

                Langkah - langkah  resiko
                1. Menetapkan Konteks Organisasi
                Dengan menetapkan konteksnya, organisasi mampu menidentifikasi tujuannya dengan mendefinisikan issue inetrnal dan issue eksternal di organisasi. Saat menetapkan konteks untuk proses manajemen risiko, organisasi perlu mempertimbangkan secara lebih rinci dan terutama bagaimana kaitannya dengan lingkup risiko pada proses manajemen.

                2. Penilaian Resiko
                Resiko dapat dikendalikan secara efektif apabila terdapat Penilaian Resiko. Mengacu pada gambar 2 penilaian risiko terdiri dari 
                • Identifikasi Resiko 
                • Analisis Resiko 
                • Evaluasi risiko 

                3. Pengendalian Resiko
                Setelah dilakukan Penilaian Resiko, kita akan mengetahui seberapa besar peluang terjadinya, seberapa besar dampaknya dan pada ujungnya adalah bagaimana pengendaliannya. Pengendalian risiko meliputi pengambilan suatu keputusan dimana kita harus menetukan untuk mengurangi dan/ atau menerima risiko. Target dari pengendalian risiko adalah untuk meminimalisir risiko tersebut sampai batas yang dapat diterima. Dalam pengambilan keputusan, terdapat hal - hal yang dapat mempengaruhi keputusan yang diambil.Sangat dimungkinkan menggunakan proses yang berbeda, termasuk analisis keuntungan-biaya, untuk memahami tingkat yang optimal terhadap pengendalian risiko.

                4. Evaluasi Resiko
                Evaluasi resiko diperlukan untuk mengetahui relevansi resiko-resiko yang telah ditetapkan. Pada saat proses Manajemen Risiko telah dimulai, proses tersebut hendaklah dilanjutkan untuk digunakan dalam kejadian yang mungkin memberi dampak pada keputusan Manajemen Risiko Mutu awal, baik kejadian tersebut direncanakan (misal, hasil pengkajian produk, inspeksi, audit, pengendalian perubahan) maupun yang tidak direncanakan (misal, akar penyebab masalah dari investigasi penyimpangan, penarikan kembali produk jadi).
                Frekuensi evaluasi hendaklah didasarkan pada tingkat risiko.
                Evaluasi risiko dapat termasuk mempertimbangkan kembali keputusan penerimaan risiko.





                Jumat, 13 Oktober 2017

                Menerapkan Pendekatan Proses (Process Approach) dalam ISO 9001:2015

                Beberapa hari yang lalu, saya pernah ditanya mengenai bagaimana kriteria suatu organisasi yang sudah menerapkan pendekatan proses (Process Approach) sesuai dengan ISO 9001;2015. Pertanyaan ini sangat menarik untuk didiskusikan, karena literatur yang disediakan oleh ISO pun tidak secara gamblang menjelaskan mengenai pendekatan proses. Pendekatan proses juga termasuk dalam 7 Prinsip Manajemen Mutu, dimana prinsip - prinsip tersebut adalah dasar penerapan standar sistem manajemen mutu.
                Pada kesempatan ini, saya mencoba mendeskripsikan mengenai apa itu Pendekatan Proses (Process Approach) dan kriteria organisasi yang menerapkannya.
                Sebelum lebih jauh membahas mengendai pendekatan proses, sebaiknya harus memahami dulu pengertian apa itu proses.
                PROSES
                Menurut ISO 9001:2015 (Quality Management System - Fundamental and Vocabulary) adalah serangkaian kegiatan yang saling terkait atau berinteraksi yang menggunakan masukan (input) untuk menghasilkan suatu hasil (output) yang dimaksudkan.


                Konsep pendekatan proses secara sistematis memungkinkan organisasi untuk :
                1. Memahami keterkaitan dan interaksi kegiatan-kegiatan didalamnya sebagai suatu proses, 
                2. Memahami input (masukan) dalam suatu proses beserta persyaratan-persyaratan dan karakteristiknya
                3. Memahami sumber daya yang dibutuhkan agar proses bisa berjalan dengan efektif dan efisien.
                4. Memahami output (keluaran) dari suatu proses beserta persyaratan dan kualifikasi yang diharapkan.  

                Misalnya :
                Perusahaan Manufaktur yang memproduksi minyak goreng ingin menerapkan Standart Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2015). Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah memahami 7 Prinsip Manajemen Mutu dan Menerapkannya. Salah satunya dengan menerapkan pendekatan proses dalam organisasinya.

                Berikut akan coba saya jabarkan secara sederhana :
                Organisasi perlu untuk menetapkan elemen - elemen dalam konsep pendekatan proses

                Input ; Order Pelanggan
                Sebagai inputan dalam suatu proses, organisasi harus memahami persyaratan-persyaratan yang ada pada order pelanggan (input) misalnya, spesifikasinya, kuantitasnya, kualitasnya, tanggal kirimnya, perlengkapan administrasinya, bahkan ada yang diminta sertifikasi produk, dsb.

                Proses : Marketing, PPIC, Produksi (Pemurnian dan Fraksinasi), Gudang dsb.
                organisasi harus mengidentifikasi proses yang terkait yang ada didalamnya untuk menerima input dan menghasilkan ouput. Identifikasi proses didalam oganisasi meliputi :
                • Urutan dan interaksi proses - proses tersebut
                • Menentukan dan menerapkan kriteria dan metode (Pemantauan, Pengukuran dan indikator kinerja) yang diperlukan untuk memastikan operasi dan pengendalian berjalan efektif
                • Menentukan sumber daya yang dibutuhakan
                • Menentukan tanggung jawab dan wewenang pada tiap proses
                • Mengatasi resiko dan peluang yang timbul pada proses
                • Mengevasluasi dan menerapkan perubahan yang dibutuhkan
                • Meningkatkan proses dan sistem manajemen mutu
                Core Process : Customer Order  → Marketing → PPIC → Produksi → Gudang Barang Jadi → Customer
                Support Process : HRD, Purchasing, Gudang Bahan Baku, Maintenance, IT

                Output : Produk Minyak Goreng
                sebagai hasil dari suatu proses, output diharapkan sesuai dengan kriteria/persyaratan yang telah ditetapkan. Output merupakan objek yang akan diterima dan dinilai oleh pelanggan.

                Dari gambaran diatas, diharapkan organisasi mampu mengidentifikasi apa yang menjadi input, bagaimana proses - prosesnya meliputi, metode, kriteria, pengendalian, sumber daya yang dibutuhkan, siapa yang bertanggung jawab pada tiap prosesnya dan output yang dihasilkan dari proses.
                Sehingga implementasi sistem manajemen mutu bisa berjalan secara sistematis dan dapat diverifikasi dengan jelas.


                Jumat, 06 Oktober 2017

                DOWNLOAD STANDART ISO 17025:2005









                ISO/IEC 17025 adalah standar persyaratan kompetensi untuk laboratorium. Persyaratan-persyaratan yang diminta bersifat umum untuk berbagai jenis dan ukuran organisasi yang melakukan pengujian dan/ atau kalibrasi. Ruang lingkup standar ini mencakup pengujian dan kalibrasi dengan metode baku, metode baku, dan metode yang dikembangkan oleh laboratorium sendiri.

                Judul lengkap standar ini adalah ISO/IEC 17025 General requirements for the competence of testing and calibration laboratories. Komite Akreditasi Nasional menterjemahkan dengan judul ISO/IEC 17025 Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi.

                Standar Internasional ini ditujukan untuk membantu laboratorium dalam mengembangkan sistem manajemen mutu, baik secara administratif maupun kegiatan teknis. Penerapan yang baik terhadap standar internasional ini dapat memberikan konfirmasi terhadap kompetensi laboratorium di mata pelanggan, regulator, dan publik pada umumnya. Laboratorium dapat melakukan akreditasi –sebagai bentuk pengakuan formal atas kemampuannya memperagakan kompetensinya berdasarkan ISO/IEC 17025.


                Download Standart ISO 17025:2005 (Indonesia Versi)
                download[4]





                Kamis, 05 Oktober 2017

                DOWNLOAD STANDART ISO 9000:2015


                ISO 9000:2015 mendeskripsikan mengenai konsep dan prinsip dasar manajemen mutu secara general untuk hal-hal berikut :
                1. Organisasi yang meencari sukses berkelanjutan melalui penerapan sistem manajemen mutu;
                2. pelanggan yang mencari kepercayaan pada kemampuan organisasi untuk secara konsisten menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka;
                3. Organisasi yang mencari kepercayaan dalam rantai pasokan mereka bahwa persyaratan produk dan layanan mereka akan terpenuhi;
                4. Organisasi dan pihak yang berkepentingan yang berusaha memperbaiki komunikasi melalui pemahaman umum tentang kosakata yang digunakan dalam manajemen mutu;
                5. Organisasi yang melakukan penilaian kesesuaian terhadap persyaratan ISO 9001;
                6. Penyedia pelatihan, penilaian atau saran dalam manajemen mutu;
                7. Pengembang standar terkait


                Download standart ISO 9000:2015 (English)
                download[4]

                Download standart ISO 9000:2015 (SNI - Bahasa Indonesia)
                download[4]

                Senin, 02 Oktober 2017

                Penerapan 7 Prinsip Manajemen Mutu

                Dalam penerapan sistem manajemen mutu (ISO 9001:2015), organisasi harus memahami 7 prinsip sistem manajemen mutu. 7 prinsip sistem manajemen mutu merupakan dasar dari standart sistem manajemen mutu. Sama halnya dengan negara Indonesia yang memiliki Undang-Undang Republik Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai dasar Pancasila, 7 Prinsip Sistem Manajemen Mutu juga sebagai nilai dasar dari persyaratan-persyaratan yang ada didalam standart sistem manajemen mutu.

                Berikut dijelaskan 7 Prinsip Manajemen Mutu, sebagai berikut :

                1. Customer Focus (Fokus Pelanggan)
                Tujuan utama dari penerapan sistem manajemen mutu ialah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan berusaha untuk melebihi harapan pelanggan.
                Kepercayaan pelanggan dan pihak - pihak yang berkepentingan merupakan hal harus dipelihara apabila suatu organisasi ingin sukses yang berkelanjutan.
                Tindakan yang dapat dilakukan :
                • Mengenali pelanggan secara langsung dan tidak langsung
                • Memahami kebutuhan dan harapan saat ini dan yang akan datang
                • Mengkomunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan keseluruh organisasi
                • Mengukur dan memantau kepuasan pelanggan dan mengambil tindakan yang sesuai
                • Memelihara secara aktif hubungan dengan pelanggan 

                2. Leadership (Kepemimpinan)
                Leadership disini adalah pimpinan di seluruh tingkat yang menetapkan kesatuan tujuan dan arah serta menciptakan kondisi dimana orang dilibatkan dalam mencapai tujuan mutu organisasi.
                Kesatuan tujuan mampu membuat organisasi bisa melaksanakan strategi dalam mencapai targetnya secara efektif dan efisien.
                Tindakan yang dapat dilakukan :
                • Mengkomunikasikan visi, misi, strategi, kebijakan dan proses organisasi ke seluruh organisasi
                • Menggalakkan komitmen mutu ke seuruh organisasi
                • Melengkapi orang-orang didalam organisasi dengan sumber daya yang dipersyaratkan, pelatihan dan otoritas untuk bertindak secara bertanggung jawab

                3. Engagement of People (Perikatan Orang)
                Untuk dapat mengelola dan membuat organisasi mampu untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, keterlibatan orang diseluruh tingkatan organisasi menjadi hal yang sangatlah penting.
                Engagement disini memiliki arti yang lebih dari sekedar keterlibatan, namun organisasi perlu untuk adanya pengakuan, upaya  untuk pemberdayaan, kompetensi orang di semua tingkatan.
                Tindakan yang dapat dilakukan :
                • Mengkomunikasikan ke orang - orang untuk mendorong pemahaman pentingnya kontribusi individual mereka
                • Memberdayakan orang untuk menentukan hambatan kinerja serta mengambil inisiatif 
                • Mengenali dan mengakui akan kontribusi, pembelajaran, dan peningkatan orang.

                4. Process Approach (Pendekatan Proses)
                Pendekatan proses merupakan suatu konsep yang memungkinkan suatu organisasi mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Proses merupakan suatu usaha dimana terjadi perubahan inputan (Masukan/Feed) menjadi output (Hasil/Keluaran). Pemahaman bagaimana hasil itu dihasilkan oleh suatu sistem memungkinkan organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem dan kinerjanya.
                Tindakan yang dapat dilakukan :
                • Menetapkan sasaran/target dari sistem dan proses yang diperlukan
                • Menetapkan kewenangan, tanggung jawab dan akuntabilitas dalam mengelola proses
                • Menetapkan proses yang saling terkait dan menganalisa dampak modifikasi untuk proses secara individual dan pada sistem secara keseluruhan
                • Mengelola resiko yang dapat mempengaruhi keluaran proses

                5. Improvement (Peningkatan)
                Peningkatan merupakan hal yang penting bagi organisasi untuk memelihara level kinerja saat ini dan untuk merespon terhadap perubahan kondisi internal maupun eksternal dan mencipatakan peluang baru.
                Tindakan yang dapat dilakukan :
                • Mensosialisasikan penetapan peningkatan sasaran/target diseluruh tingkat organisasi
                • Menelusuri, meninjau serta mengaudit perencanaan, penerapan, penyelesaian dan hasil proyek peningkatan
                • Mengintegrasikan pertimbangan untuk peningkatan ke dalam pengembangan baru atau mondifikasi produk dan jasa, serta proses.

                6. Evidence Based Decision Making (Pengambilan Keputusan dengan Dasar Bukti)
                Keputusan yang dihasilkan dari mempertimbangkan hasil analisa dan evaluasi data serta informasi lebih memungkinkan organisasi untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
                Tindakan yang dapat dilakukan :
                • Menentukan, mengukur dan meninjau indikator kunci guna menunjukkan kinerja organisasi
                • Membuat semua data yang dibutuhkan tersedia bagi orang yang relevan
                • Memastikan akurasi data dan informasi yang mencukupi, aman dan dipercaya
                • Menganalisa dan mengevaluasi data serta informasi menggunakan metode yang tepat
                • Membuat keputusan dan engambil tindakan berdasarkan bukti

                7. Relationship Management (Manajemen Relasi)
                Kesuksesan organisasi dapat dicapai apabila organisasi mampu untuk mengelola hubungannya dengan pihak - pihak yang berkepentingan yang relevan.
                Pihak berkepentingan yang relevan misalnya penyedia/supplier memiliki pengaruh terhadap kinerja organisasi. Dalam rangka mengoptimalkan dampak mereka dalam mempangaruhi kinerja organisasi, manajemen relasi dengan penyedia maupun jaringan mitra kerja lainnya sangatlah penting.
                Tindakan yang dapat dilakukan :
                • Mengelola dengan baik pihak yang berkepentingan (misalnya, supplier, investor, pekerja, mitra pelanggan, masyarakat) dan relasi mereka dengan organisasi
                • Mengukur kinerja dan memberikan umpan balik kinerja ke pihak berkepentingan yang relevan
                • Menetapkan kegiatan kerjasama pengembangan dan peningkatan bersama supplier, mitra dan pihak berkepentingan lainnya
                • Menentukan dan membuat prioritas relasi dengan pihak berkepentingan yang perlu untuk dikelola
                7 Prinsip Manajemen Mutu akan lebih mudah diingat dengan disingkat (C - L - E - P - I - E - R)
                CLEPIER (CUSTOMER FOCUS - LEADERSHIP - ENGAGEMENT OF PEOPLE - PROCESS APPROACH - IMPROVEMENT - EVIDENCE BASED DECISION MAKING - RELATIONSHIP MANAGEMENT)

                Salam Sukses
                Terima kasih